MENANAM CINTA MELALUI KARYA
Cinta suami istri bukan cinta kalau hanya eksklusif.
Cinta suami istri baru bernama cinta kalau menumbuhkan cinta untuk sesama
cinta untuk sesama itu melalui karya
Sujiwo Tejo
Duhai engkau, yang jiwanya masih menggenggam erat
pucuk-pucuk rindu. Mari Kau! Di pagi hari yang sejuk ini, mengiring hujang
pertama di Sukorejo aku hendak mengajakmu mengaji hikmah dari sebuah kutipan.
Kala itu, untuk membunuh jemu aku memutar video singkat yang di dalamnya Sujiwo
Tejo melontarkan pernyataan yang kukutip di atas. Dan seperti biasa, aku yang
memang mudah terenyuh dengan sesuatu, lantas meleleh begitu saja dengan
pernyataan itu.
Duhai engkau! Jika kita memang ditakdirkan untuk
menjadi sepasang, maka aku ingin kita seperti apa yang dikata Si Dalang ‘Sujiwo
Tejo’. Aku ingin, kita yang nantinya –amin– saling mencintai bisa memiliki seutuh
cinta yang inklusif. Cinta yang tidak hanya cinta untuk kita berdua dan apa di
antara kita saja. Aku ingin cinta yang kuat tertanam di sanubari kita. Sebuah
cinta, yang pada tahap berikutnya akan semakin tumbuh subur dan memiliki
dahan-dahan kokoh untuk tempat bernaung sekitar. Ia pun memiliki daun-daun
beraroma wangi yang merekahkan senyum dibibir kala hidung mereka menghirup,
buah-buah ranum yang siap dipetik di segala musim. Bahkan, ia memiliki pula
sulur-sulur cantik yang sedap dipandang mata.
Mari, Kau dan Aku! Menyiapkan diri menjadi pohon
rindang yang teduh untuk para musafir, pokok-pokoknya menjadi tempat
berkumpulnya celoteh anak kecil tanpa dosa bahkan mungkin pula menjadi tempat
bertemunya kerinduan dua sejoli yang tengah dimabuk kepayang asmara.
Duhai engkau! Meski kini belum, mari persiapkan
agar nanti saatnya tiba, kita segera menjadi pohon teguh yang penuh harapan.
Memiliki akar-akar kuat yang kokoh menghunjam bumi, berpelukan akrab dengan
tanah, dan tumbuh penuh cinta menjulang langit.
Mari kasih, mari menyulam diri menjadi sebaik
mungkin. Mempersiapkan mental, emosi, keilmuan dan tingkah laku sepurna
mungkin. Dan kita, seiring rida-Nya akan tumbuh dengan cinta seindah pohon
untuk sesama.
Mari tanam rindu, agar kelak menuai cinta yang
penuh untuk dilarutkan dalam air kesejukan untuk mereka.
Sila, kau persiapkan bibit cinta terbaik. Dan
menjadi tugasku menyiapkan lahan subur yang siap menumbuh-tunaskan pohon
kehidupan untuk sesama.
Mari, sujudkan diri. Pintakan doa.
Tuhan Mendengar.
07-12-2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar