Selasa, 24 Desember 2019


MENANAM CINTA MELALUI KARYA
Cinta suami istri bukan cinta kalau hanya eksklusif. Cinta suami istri baru bernama cinta kalau menumbuhkan cinta untuk sesama
cinta untuk sesama itu melalui karya
Sujiwo Tejo
Duhai engkau, yang jiwanya masih menggenggam erat pucuk-pucuk rindu. Mari Kau! Di pagi hari yang sejuk ini, mengiring hujang pertama di Sukorejo aku hendak mengajakmu mengaji hikmah dari sebuah kutipan. Kala itu, untuk membunuh jemu aku memutar video singkat yang di dalamnya Sujiwo Tejo melontarkan pernyataan yang kukutip di atas. Dan seperti biasa, aku yang memang mudah terenyuh dengan sesuatu, lantas meleleh begitu saja dengan pernyataan itu.
Duhai engkau! Jika kita memang ditakdirkan untuk menjadi sepasang, maka aku ingin kita seperti apa yang dikata Si Dalang ‘Sujiwo Tejo’. Aku ingin, kita yang nantinya –amin– saling mencintai bisa memiliki seutuh cinta yang inklusif. Cinta yang tidak hanya cinta untuk kita berdua dan apa di antara kita saja. Aku ingin cinta yang kuat tertanam di sanubari kita. Sebuah cinta, yang pada tahap berikutnya akan semakin tumbuh subur dan memiliki dahan-dahan kokoh untuk tempat bernaung sekitar. Ia pun memiliki daun-daun beraroma wangi yang merekahkan senyum dibibir kala hidung mereka menghirup, buah-buah ranum yang siap dipetik di segala musim. Bahkan, ia memiliki pula sulur-sulur cantik yang sedap dipandang mata.
Mari, Kau dan Aku! Menyiapkan diri menjadi pohon rindang yang teduh untuk para musafir, pokok-pokoknya menjadi tempat berkumpulnya celoteh anak kecil tanpa dosa bahkan mungkin pula menjadi tempat bertemunya kerinduan dua sejoli yang tengah dimabuk kepayang asmara.
Duhai engkau! Meski kini belum, mari persiapkan agar nanti saatnya tiba, kita segera menjadi pohon teguh yang penuh harapan. Memiliki akar-akar kuat yang kokoh menghunjam bumi, berpelukan akrab dengan tanah, dan tumbuh penuh cinta menjulang langit.
Mari kasih, mari menyulam diri menjadi sebaik mungkin. Mempersiapkan mental, emosi, keilmuan dan tingkah laku sepurna mungkin. Dan kita, seiring rida-Nya akan tumbuh dengan cinta seindah pohon untuk sesama.
Mari tanam rindu, agar kelak menuai cinta yang penuh untuk dilarutkan dalam air kesejukan untuk mereka.
Sila, kau persiapkan bibit cinta terbaik. Dan menjadi tugasku menyiapkan lahan subur yang siap menumbuh-tunaskan pohon kehidupan untuk sesama.
Mari, sujudkan diri. Pintakan doa.
Tuhan Mendengar.
07-12-2019