Rindu dari Tuban, Untuk Ayah dan Ibu
Ayah, beriring hembus sejuk tanah para wali ini
Aku butuh dan tak sekedar ingin
untuk merunduk merendahkan diri
menghaturkan sembah bakti
pada utuh sosok dirimu
karena aku: Rindu
Ibu, jauh nandamu berada
lama... Sungguh lama sekali..
gadismu satu ini tak cicipi hangat dekap kedua lenganmu
tak rasakan detak jantungmu yang berirama di telinga
tak mengecap lezatnya masakan sederhanamu: yang kau olah istikamah setiap pagi di depan tungku.
ingin rasanya sang diri menghambur, membenamkan diri dalam setiap lekuk tubuhmu
karena nandamu: Rindu
Ayah, Ibu...
di seberang lautan anakmu kini
sendiri, hanya ditemani doa-doa yang tak henti kalian rapalkan
Ayah, kuatkan hati anakmu dengan nasihat-nasihat panjang yang menyejukkan
Ibu, temani batin anakmu dari dekat, dengan untaian doa-doa tiada hentimu.
Anak gadis satu ini, merindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar